Quantcast
Selamat Berbelanja

Konsultasi PAJAK


23 Maret 2018

Keuntungan Usaha Jual Es Krim Rp 5 Juta, Berapa Bayar Pajaknya?

Liputan6.com
Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Kepada Tim Konsultasi Pajak,

Saya menjalani profesi menjual es krim. Produk dari distributor saya suplai ke toko-toko. Omzet penjualan yang didapat kurang lebih sekitar Rp 450 juta. Keuntungan bersih rata-rata per bulan Rp 5 juta. Dengan kondisi itu, berapa kewajiban pajak yang harus saya bayar?

 

 

Terimakasih

 

 

aicexxxx@gmail.com                                                                  

 

Jawaban:

Yth. Sdr. Aice,

 

Dengan omzet penjualan rata-rata Rp.450.000.000 per bulan, maka perkiraan omzet Saudara setahun adalah sebesar Rp.5.400.000.000 atau telah melebihi Rp.4.800.000.000 (empat milyar delapan ratus juta rupiah) sehingga Saudara berkewajiban untuk menyelenggarakan pembukuan.

Saudara juga berkewajiban untuk melaporkan usaha dan dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk selanjutnya mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen (sepuluh persen) dari setiap transaksi penjualan.

Atas setiap PPN yang dipungut dari pembeli, Saudara wajib menyetorkannya ke Kas Negara setelah diperhitungkan dengan PPN yang Saudara telah bayarkan kepada supplier sehubungan dengan kegiatan usaha dan melaporkannya dalam Surat Pemberitahuan (SPT) PPN.

Selanjutnya untuk kewajiban Pajak Penghasilan (PPh), Saudara tidak menjelaskan apakah kegiatan usaha dijalankan oleh perseorangan / orang pribadi atau dijalankan oleh badan usaha.

Terdapat perbedaan dalam penghitungan kewajiban PPh antara Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Wajib Pajak Badan. Pajak Penghasilan (PPh) untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dihitung dengan menerapkan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh) dari penghasilan neto fiskal setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) apabila kegiatan usaha dijalankan oleh perseorangan. Adapun kewajiban PPh untuk Wajib Pajak Badan dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp 50.000.000.000 (lima puluh milyar rupiah) dihitung dengan menerapkan tarif Pasal 31E UU PPh dari penghasilan neto fiskal.

Penghasilan neto fiskal baik untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan diperoleh dari jumlah peredaran usaha dikurangi jumlah beban usaha yang menurut ketentuan perpajakan diperkenankan untuk menjadi pengurang penghasilan.

Penerapaan tarif PPh untuk Wajib Pajak Orang Pribadi sesuai pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh adalah berdasarkan lapisan Penghasilan Kena Pajak sebagai berikut:

-         sampai dengan Rp.50.000.000, 5 persen;

-         di atas Rp.50.000.000 sampai dengan Rp.250.000.000, 15 persen;

-         di atas Rp.250.000.000 sampai dengan Rp.500.000.000, 25 persen;

-         di atas Rp.500.000.000, 30 persen.

 

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Batasan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang berlaku sejak Januari 2016 hingga saat ini adalah sebagai berikut :

a.       Rp.54.000.000 untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;

b.       Rp.4.500.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang   kawin;

c.       Rp.54.000.000 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008;

d.       Rp.4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Tarif PPh untuk Wajib Pajak Badan sesuai pasal 31E UU PPh adalah 50 persen  dari tarif 25 persen  sesuai Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) UU PPh yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp.4.800.000.000.

Dengan asumsi, Saudara menjalankan perusahaan perseorangan dan memiliki penghasilan neto fiskal rata-rata sebesar 3 persen dari omzet  per bulan yaitu Rp. 13.500.000 per bulan, maka  penghasilan neto fiskal selama setahun adalah sebesar Rp.162.000.000.

Selanjutnya dengan asumsi bahwa Saudara statusnya telah kawin dan mempunyai satu orang anak maka PTKP yang berlaku untuk Saudara adalah sebesar Rp. 63.000.000 sehingga Penghasilan Kena Pajak adalah sebesar Rp. 99.000.000. PPh yang menjadi kewajiban Saudara adalah:  

-          5%   x Rp. 50.000.000.000 = Rp. 2.500.000

-          15% x Rp. 49.000.000        = Rp. 7.350.000

Total                                              Rp. 9.850.000

 

Demikian penjelasan kami. Semoga membantu.

 

Salam,

 

 

Aldonius, S.E.

Konsultan Pajak – Citas Konsultan Global 



Baca juga
  » 28 April 2018
Avengers : Infinity War Part 2
is coming ...

  » 23 Maret 2018
Cara Mudah Isi SPT Pajak Pakai e-Filing
lapor SPT Pajak semakin mudah

  » 20 Desember 2017
Liburan Murah ke 5 Kota Indonesia Ini di Bawah Rp 1 Juta
dengan panorama alam yang yang sangat memesona

  » 20 Desember 2017
Kenali 8 Gejala Depresi
yang Dirasakan Tubuh Sendiri

  » 29 Agustus 2017
Hikikomori, "Penyakit" Aneh yang Diderita Jutaan Warga Jepang
Kamu Mau tahu penyakit apa ini?

  » 1 Agustus 2017
Manfaat PH Air Minum Bagi Tubuh
Dengan kandungan pH yang lebih besar dari pH air minum biasa, air alkali diyakini mampu memberikan berbagai manfaat bagi tubuh

  » 2 Juli 2017
Ada 3 Bukti Botol Plastik Itu Tak Layak Digunakan Kembali
Hati-hati Kamu yang Suka Isi Ulang!

  » 20 Mei 2017
Tips agar AKSESORIS AWET
tips merawat aksesoris kamu agar tetap bagus, awet dan nggak cepat rusak

  » 8 Maret 2017
Meraup Untung Jutaan Dari Peluang Usaha Aksesoris
Tertarik untuk membuka usaha Aksesoris namun bingung tentang bagaimana cara memulainya... ini dia langkah langkah awalnya ...

  » 11 Januari 2017
Ini 10 Cara Biar Kamu Bisa Kaya di Usia Muda
Karena semuanya bisa kamu mulai dari sekarang !