Quantcast
Selamat Berbelanja

Tercatat Lebih dari 70 Galaxy Note 7 Telah Meledak


14 September 2016

Samsung Galaxy Note 7 dipamerkan di Seoul, Korea Selatan pada 2 September (Reuters/Kim Hong-ji).

Samsung telah mengalami insiden dengang ponsel andalannya, Galaxy Note 7. Secara resmi perusahaan telah menggandeng Health Canada, sebuah instansi resmi yang bertanggung jawab atas keselamatan konsumen, mengungkap telah terjadi insiden sebanyak 70 ponsel terbakar untuk wilayah Amerika Serikat saja.

Sebelumnya, Samsung mengungkap telah terjadi 35 laporan pada Kamis (1/9/2016) secara global. Sejak itu, insiden kebarakan yang terjadi cenderung lebih sering bahkan tercatat menjadi dua kali lipat dalam waktu beberapa minggu.

Kondisi ini yang kemudian menimbulkan kecemasan lebih dalam terhadap risiko perangkat terbakar, karena jumlahnya semakin tinggi. Samsung dan Health Canada mendorong pemilik Note 7 untuk segera menukarkan ponsel mereka sebagai usaha antisipasi dari insiden ledakan lainnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini berbagai insiden terbakar yang dipicu oleh Note 7 terjadi. Mulai dari hancurnya sebuah Jeep Grand Cherokee di Florida. Seorang anak enam tahun menderita luka bakar ke tangannya awal pekan ini akibat Note 7 meledak saat ia menggunakannya.
Tapi Health Kanada mengatakan, hingga saat ini hanya ada satu insiden yang dilaporkan terjadi di Kanada. Meskipun begitu, pihak Kanada tetap melakukan recall dan penghentian penjuala sebagai langkah antisipasi lebih awal terhadap indikasi Note 7 yang kemungkinan meledak.

Skandal Samsung Galaxy Note 7: Cacat Baterai Lithium-Ion
Contoh baterai lithium-ion pada telepon seluler (Shutterstock).

Jika baterai ini berisiko, mengapa masih diproduksi?

Skandal Samsung Galaxy Note 7 semakin rumit. Sejak muncul laporan di akhir Agustus bahwa ponsel itu mudah meledak dan terbakar, Samsung sudah mengumumkan akan menarik kembali sekitar 2,5 juta Galaxy Note 7 yang sudah terlanjur beredar di dunia.

Pada akhir pekan ini muncul laporan korban pertama: seorang bocah enam tahun di New York, Amerika Serikat yang mengalami luka bakar karena Galaxy Note 7 yang sedang digenggamnya meledak dan terbakar.

Sebelumnya maskapai-maskapai penerbangan dunia, termasuk Garuda Indonesia, Lion Air, dan AirAsia, sudah meminta penumpang tak menyalakan Galaxy Note 7 di dalam pesawat atau memasukkannya ke bagasi.

Apa masalahnya? 

Menurut New York Times, masalah pada Galaxy Note 7 berpusat pada baterai. Ponsel yang diluncurkan pada Agustus kemarin itu menggunakan baterai lithium-ion yang diduga cacat! 

Baterai lithium ion?

Lithium, elemen ketiga dalam tabel periode, adalah logam berwarna perak-keputihan yang bisa dengan mudah terbakar jika terpapar oksigen atau air.

Pada 1991, jelas LiveScience, Sony Corp menemukan dan mengomersialisasikan cara yang aman untuk memanfaatkan lithium, dengan memasukkan ion-ion lithium (alih-alih lithium murni) ke dalam wadah bertekanan tinggi atau campuran kimiawi, sehingga tak mudah terbakar.
Partikel-partikel lithium-ion di dalam baterai akan terus bergerak di antara elektroda negatif dan positif ketika digunakan atau diisi ulang. Keunggulan baterai ini adalah ukurannya yang kecil dan bisa diisi ulang.

Digunakan di mana saja?

Baterai ini mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dalam ponsel, ia juga digunakan pada laptop, mobil listrik, pesawat terbang, bahkan pada rokok elektrik. Tentu saja ukuran baterai lithium-ion pada mobil dan pesawat terbang jauh lebih besar ketimbang pada ponsel.

Apa masalah pada baterai ini?

Agar partikel-partikel lithium-ion bisa mudah bergerak antara elektroda, komponen kimiawi yang mudah terbakar dan tak stabil dipisahkan, dimasukkan dalam sel-sel baterai yang bertekanan tinggi. 
Masalah pertama adalah panas saat pengisian ulang. Lazimnya ponsel-ponsel pintar termutakhir akan secara otomatis berhenti mengisi ulang jika baterai sudah penuh. Ini penting agar baterai tidak kelebihan panas saat diisi ulang.
Baterai yang tidak memiliki mekanisme ini, berisiko terbakar. Jika diisi ulang terlalu lama, maka ion-ion lithium akan berkumpul pada satu titik dan mengendap menjadi logam di dalam baterai. Sementara panas yang dihasilkan dari proses isi ulang bisa menciptakan gelembung oksigen di dalam gel baterai. Pertemuan antara oksigen dan lithium memantik api dan bahkan ledakan.

Jika baterai ini berisiko, mengapa masih diproduksi?

Teknologi baterai adalah salah satu yang paling lambat berkembang. Ini disebabkan karena risikonya yang besar dan panjangnya proses uji coba sebelum bisa diproduksi secara komersial.
Saat ini lithium-ion adalah baterai yang paling murah, paling mudah diproduksi, dan tentu saja paling aman.

Ini yang terjadi pada Samsung Galaxy Note 7?

Samsung hanya mengatakan bahwa cacat Galaxy Note 7 diduga berasal dari kekeliruan saat proses produksi baterai. Perusahaan Korea Selatan itu tak memberikan penjelasan lebih rinci.
Tetapi sebuah teori yang beredar luas mengatakan kesalahan terletak pada sebuah komponen di dalam baterai yang tidak digulung dengan tepat.

Apa yang sedang dilakukan Samsung?

Samsung mengatakan akan mengganti jutaan Galaxy Note 7 yang sudah dijual di 10 negara dengan perangkat yang sama, tetapi yang sudah disempurnakan. Kini proses produksi perangkat pengganti, yang diperkirakan berlangsung selama dua pekan, sedang berjalan.

Samsung Galaxy Note 7 Meledak, Bakar Tubuh Anak 6 Tahun
Seorang perempuan di London, Inggris berjalan di depan sebuah iklan Samsung Galaxy Note 7 (Reuters/Luke MacGregor).
Seorang bocah berusia enam tahun di Brooklyn, New York, Amerika Serikat mengalami luka bakar di tubuhnya setelah telepon seluler Samsung Galaxy Note 7 yang sedang digenggamnya meledak.
Linda Lewis, nenek bocah itu, mengatakan kepada New York Postbahwa cucunya sedang menonton video di ponsel terbaru Samsung tersebut, pada Sabtu siang (10/9/2016), ketika api muncul dan gadget itu meledak. 
Api yang dipicu oleh Samsung Galaxy Note 7 itu cukup besar, beber Lewis, sehingga mampu menyalakan sistem alarm di rumah. Adapun bocah itu dilarikan ke Downstate Medical Center untuk dirawat. Ia kemudian diizinkan pulang untuk melanjutkan perawatan di rumah.
"Dia tak mau melihat atau berada di dekat ponsel apa pun sekarang. Ia terus menangis," kata Lewis.
Lewis mengaku bahwa keluarganya kini sedang berkomunikasi dengan Samsung. Tetapi ia tak memberkan lebih rinci tentang komunikasi dengan produsen ponsel terbesar di dunia tersebut.
Sebelumnya Samsung telah menarik sekitar 2,5 juta Galaxy Note 7 di dunia, karena ponsel baru itu dilaporkan mudah meledak dan terbakar. Diduga baterainya memiliki cacat sehingga akan terbakar saat baterainya diisi ulang.
Samsung sendiri telah meminta agar semua pemilik Galaxy Note 7 berhenti menggunakan ponsel itu, sesegera mungkin memasukannya ke dalam kemasan, dan mengembalikannya ke gerai resmi Samsung. Mereka yang mengembalikan akan menerima uang seharga ponsel itu secara utuh. Sedangkan yang menukar akan mendapatkan gadget pengganti.
Beberapa maskapai penerbangan di dunia juga telah meminta agar para penumpang tak membawa Samsung Galaxy Note 7 di dalam bagasi. Bagi yang membawanya ke dalam pesawat diminta tidak menyalakan atau mengisi ulang ponsel tersebut.

Garuda, Air Asia, Lion dan Citilink Larang Penumpang Pakai Samsung Galaxy Note 7
Samsung Galaxy Note 7 dipamerkan di Seoul, Korea Selatan pada 2 September (Reuters/Kim Hong-ji).
Sejumlah maskapai nasional melarang penggunaan gadget Samsung Galaxy Note 7 meskipun dalam keadaan moda pesawat atau "flight mode" selama berada di dalam pesawat.
Public Relations Manager Lion Air Group Andy M Saladin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan larangan tersebut menyusul adanya peringatan dari Federal Aviation Administration (FAA) yang melarang para penumpang pesawat terbang mengaktifkan maupun mengisi daya (Battery) pada perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan.
Untuk itu, Andy mengimbau seluruh penumpang Lion Group untuk tidak mengaktifkan perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama berada di dalam penerbangan Lion Air, Batik Air dan Wings Air.
"Kami mohon kerja sama dari penumpang kami untuk mengikuti himbauan ini. Perangkat Samsung Galaxy Note 7 agar tidak diaktifkan selama penerbangan, tidak melakukan isi ulang baterai dan juga tidak memasukkan perangkat tersebut pada bagasi yang di-'check-in kan'", katanya.
Andy menambahkan meskipun pihak Samsung telah melakukan penarikan kembali terhadap Samsung Galaxy Note 7, namun bagi para penumpang yang telah atau masih menggunakan perangkat tersebut sangat diharapkan kerja samanya untuk mengikuti himbauan ini selama dalam penerbangan.
"Kami akan terus memantau 'update' dari FAA mengenai perkembangan ini, tetapi untuk saat ini kami mohon agar para penumpang dapat mengikuti himbauan ini", katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Maskapai Citilink Indonesia yang mulai hari ini (11/9) secara resmi mengimbau kepada seluruh penumpang penerbangan Citilink Indonesia untuk tidak menggunakan telepon genggam, khususnya Samsung Galaxy Note 7 menyusul pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) pada tanggal 8 September 2016.
"Demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan bersama Citilink Indonesia mengimbau kepada seluruh penumpang untuk menonaktifkan seluruh peralatan elektronik, terutama Samsung Galaxy Note 7 dan tidak melakukan pengisian baterai selama penerbangan, serta tidak memasukkannya ke dalam bagasi," kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny Siga Butarbutar.
Benny menjelaskan bahwa imbauan ini juga telah disosialisasikan kepada seluruh unit di Citilink Indonesia, terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan penumpang dan operasional penerbangan dan juga di bandara-bandara yang diterbangi Citilink Indonesia.
Adapun sosialisasi kepada penumpang Citilink akan dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pengumuman secara tertulis di gerai check in & boarding, pengumuman secara lisan saat boarding announcement, maupun melalui pengumuman resmi di situs web Citilink.
"Imbauan mengenai aturan penggunaan Samsung Galaxy Note 7 ini berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut," katanya.
Maskapai Airasia Indonesia dan Airasia X juga mengeluarkan imbauan yang sama, yaitu melarang penggunaan ponsel tersebut baik selama berada di dalam pesawat, maupun dimasukan ke bagasi. (Antara)

Samsung Minta Pengguna Stop Pakai Galaxy Note 7
Seorang perempuan di London, Inggris berjalan di depan sebuah iklan Samsung Galaxy Note 7 (Reuters/Luke MacGregor).
Samsung pada akhir pekan ini meminta agar pelanggannya berhenti menggunakan telepon seluler pintar Galaxy Note 7. Imbauan itu disampaikan menyusul desakkan yang sama yang disampaika oleh beberapa maskapai penerbangan dan lembaga komsumen di Amerika Serikat.
Pekan lalu raksasa teknologi asal Korea Selatan itu telah menghentikan penjualan Galaxy Note 7. Diperkirakan sebanyak 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 yang ditarik dari seluruh dunia.
Mereka yang sudah membeli diminta memulangkan ponsel cerdas itu ke gerai resmi Samsung dan uang mereka akan dikembalikan atau mereka akan diberikan perangkat baru yang sudah disempurnakan. 
Samsung kini sedang mempersiapkan Galaxy Note 7 pengganti untuk mereka yang akan menukar. Sementara di Indonesia, Samsung berjanji mengembalikan uang para pemesan secara utuh.
Kebijakan ini diambil Samsung setelah muncul banyak laporan bahwa Galaxy Note 7 mudah meledak dan terbakar. Bahkan di AS, seorang pemilik Galaxy Note 7 mengklaim ponselnya meledak saat sedang mengisi ulang daya baterai di dalam mobil. Sialnya, api dari ponsel juga membakar habis mobilnya.
"Keselamatan pelanggan adalan prioritas kami," tulis Samsung dalam pernyataan resminya, "Sampai perangkat pengganti tersedia, Samsung meminta kepada semua pengguna Galaxy Note 7 untuk sesegera mungkin mematikan ponsel Anda dan masukan kembali ke dalam kemasannya."
Pekan lalu Samsung sudah mengakui bahwa ledakan dari ponsel barunya itu disebabkan oleh cacat pada baterai. 
Maskapai penerbangan di Australia, Uni Emirat Arab, Singapura, Jepang, dan otoritas penerbangan federal Amerika Serikat juga telah meminta agar penumpang tak menggunakan ponsel tersebut di dalam pesawat. (BBC/AFP)



Baca juga
  » 2 Juli 2017
Ada 3 Bukti Botol Plastik Itu Tak Layak Digunakan Kembali
Hati-hati Kamu yang Suka Isi Ulang!

  » 20 Mei 2017
Tips agar AKSESORIS AWET
tips merawat aksesoris kamu agar tetap bagus, awet dan nggak cepat rusak

  » 8 Maret 2017
Meraup Untung Jutaan Dari Peluang Usaha Aksesoris
Tertarik untuk membuka usaha Aksesoris namun bingung tentang bagaimana cara memulainya... ini dia langkah langkah awalnya ...

  » 11 Januari 2017
Ini 10 Cara Biar Kamu Bisa Kaya di Usia Muda
Karena semuanya bisa kamu mulai dari sekarang !

  » 11 Januari 2017
Serai Bisa Luruhkan Racun dalam Tubuh
menjadi bersih dan sehat kembali... KLIK DISINI YUK !!

  » 12 November 2016
Risiko Mengkonsumsi Permen Karet
Apa bahayanya, sih? Ini penjelasan dari Meetdoctor:

  » 27 Oktober 2016
30 Manfaat Jamu Kunyit Asam
untuk Kesehatan. Dibaca yuk !!

  » 16 Oktober 2016
Jagung bagi kesehatan
dan 10 Manfaat mengejutkan

  » 24 September 2016
Jangan Konsumsi Obat bersama 4 Jenis Minuman Ini
Seperti yang dilansir oleh Foodsafetynews

  » 24 September 2016
Inilah 5 Makanan Beracun yang Anda Makan Setiap Hari
Tidak percaya? Simak deretan bukti di bawah ini.